Skip to main content

Kriteria Rumah Layak Huni


Kriteria rumah layak huni sebagai acuan dalam pengembangan rumah sejahtera mengikuti persyaratan teknis keandalan bangunan gedung yang meliputi aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Aspek Keselamatan
Persyaratan keselamatan bangunan rumah, meliputi :
Persyaratan kemampuan bangunan untuk mendukung beban muatan, yaitu :

1. Persyaratan kemampuan bangunan untuk mendukung beban muatan merupakan kemampuan struktur bangunan rumah yang stabil dan kukuh dalam mendukung beban muatan, termasuk pertimbangan terhadap beban gempa dan angin.

2. Dalam memenuhi persyaratan ini salah satu aspek yang harus dipenuhi adalah kesesuaian struktur bangunan rumah sesuai dengan kerentanan gempa berdasarkan peta gempa terbaru

3. Kemampuan bangunan dalam mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan bahaya petir.

4. Persyaratan kemampuan bangunan dalam mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran merupakan kemampuan bangunan untuk melakukan pengamanan terhadap bahaya kebakaran melalui sistem proteksi pasif dan/atau proteksi aktif.

5. Persyaratan kemampuan bangunan gedung dalam mencegah bahaya petir merupakan kemampuan bangunan gedung untuk melakukan pengamanan terhadap bahaya petir melalui sistem penangkal petir.



Aspek Kesehatan
Persyaratan kesehatan bangunan rumah, meliputi :

1. Sistem penghawaan
Merupakan kebutuhan sirkulasi dan pertukaran udara yang harus disediakan melalui bukaan dan/atau ventilasi alami dan/atau ventilasi buatan. Ketentuan mengenai sistem penghawaan, meliputi; Ventilasi alami harus memenuhi ketentuan bukaan permanen, kisi-kisi pada pintu dan jendela, sarana lain yang dapat dibuka dan/atau dapat berasal dari ruangan yang bersebelahan untuk memberikan sirkulasi udara yang sehat; Ventilasi mekanik/buatan harus disediakan jika ventilasi alami tidak dapat memenuhi syarat; dan Penerapan sistem ventilasi harus dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip penghematan energi.

2.  Sistem pencahayaan
Merupakan kebutuhan pencahayaan yang harus disediakan pada bangunan gedung melalui pencahayaan alami dan/atau pencahayaan buatan, termasuk pencahayaan darurat. Ketentuan mengenai sistem pencahayaan, meliputi ;

Pencahayaan alami harus optimal, disesuaikan dengan fungsi masing-masing ruang di dalam rumah; Pencahayaan buatan harus direncanakan berdasarkan tingkat iluminasi yang dipersyaratkan sesuai fungsi ruang dengan mempertimbangkan efisiensi, penghematan energi yang digunakan, dan penempatannya tidak menimbulkan efek silau atau pantulan; Semua sistem pencahayaan buatan harus dilengkapi dengan pengendali manual, dan/atau otomatis, serta ditempatkan pada tempat yang mudah dicapai/dibaca oleh pengguna ruang.

3. Sistem SANITASI

Sistem air minum harus direncanakan dan dipasang dengan mempertimbangkan sumber air minum, kualitas air bersih,sistem distribusi, dan penampungannya.

Sistem pembuangan air limbah dan/atau air kotor harus direncanakan dan dipasang dengan mempertimbangkan jenis dan tingkat bahayanya.

Pertimbangan jenis air limbah dan/atau air kotor diwujudkan dalam bentuk pemilihan sistem pengaliran/pembuangan dan penggunaan peralatan yang dibutuhkan.

Pertimbangan tingkat bahaya air limbah dan/atau air kotor diwujudkan dalam bentuk sistem pengolahan dan pembuangannya.

Sistem penyaluran air hujan harus direncanakan dan dipasang dengan mempertimbangkan ketinggian permukaan air tanah, permeabilitas tanah, dan ketersediaan jaringan drainase lingkungan/kota

4. Bahan Bangunan
Bahan bangunan yang digunakan harus aman bagi kesehatan pengguna bangunan dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Menghindari timbulnya efek peningkatan temperatur lingkungan di sekitarnya. Menggunakan bahan-bahan bangunan yang ramah lingkungan.


Aspek Kenyamanan
Persyaratan kenyamanan bangunan rumah, meliputi :

1. Kenyamanan ruang gerak merupakan tingkat kenyamanan yang diperoleh dari dimensi ruang dan tata letak ruang yang memberikan kenyamanan bergerak dalam ruangan;

2. Kenyamanan hubungan antar ruang merupakan tingkat kenyamanan yang diperoleh dari tata letak ruang dan sirkulasi antar ruang dalam bangunan gedung untuk terselenggaranya fungsi bangunan gedung;

3. Kenyamanan kondisi udara dalam ruang merupakan tingkat kenyamanan yang diperoleh dari temperatur dan kelembaban di dalam ruang untuk terselenggaranya fungsi bangunan gedung;

4. Kenyamanan pandangan merupakan kondisi dimana hak pribadi orang dalam melaksanakan kegiatan di dalam rumah tidak terganggu dari bangunan lain di sekitarnya;

5. Kenyamanan tingkat getaran dan kebisingan merupakan tingkat kenyamanan yang ditentukan oleh suatu keadaan yang tidak mengakibatkan pengguna dan fungsi bangunan gedung terganggu oleh getaran dan/atau kebisingan yang timbul baik dari dalam bangunan gedung maupun lingkungannya.

Aspek Kemudahan
Persyaratan kemudahan bangunan rumah, meliputi :

1. Persyaratan kemudahan meliputi kemudahan hubungan ke, dari, dan di dalam rumah, serta kelengkapan prasarana dan sarana dalam pemanfaatan rumah;

2. Kemudahan hubungan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung meliputi tersedianya fasilitas dan aksesibilitas yang mudah, aman, dan nyaman termasuk bagi penyandang cacat dan lanjut usia.


Comments

  1. milih bangunan harus 4K ya kak, bukan 4ribu tapi keselamatan, kenyamanan, kesehatan dan kemudahan

    ReplyDelete
  2. Yuppp mau bangun rumah emang banyak pertimbangan, soalnya mau lama ditempati. Makasih informasinya kak ze

    ReplyDelete
  3. Membangun rumah emang banyak yg harus diperhatikan ya mbak. Terlebih kenyamanan dan kesehatan..

    ReplyDelete
  4. Aspek-aspek ini emang penting banget ya kak dimiliki sama tempat tinggal. Bagaimana pun juga pasti kita pingin tinggal di rumah yang nyaman karena di rumahlah tempat kehangatan cinta ^^

    ReplyDelete
  5. Memang semua harus dipertimbangkan sebelum bngun rumah y kak. Biar nggak nyesal d kemudian hari..

    ReplyDelete
  6. Aspek yang perlu kita ketahu sebelu menentukan kriteria rumah yang kita inginkan, sangat membantu

    ReplyDelete
  7. Ternyata ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan saat membangun rumah ya mbak, bukan sekadar asal bangun saja.

    ReplyDelete
  8. Ga ada aspek dana ya kak. Dari segi dana rumah layak huni itu harga berapa, hahah

    ReplyDelete
  9. Aselik mbak! Memilih rumah yang layak huni emang susah-susah gampang karena banyak aspek yang harus diperhatikan. Tapi tetep sih balik-balik lagi disesuaikan sama budget yang ada, yaahh tung itung daripada bayar kost mulu xD

    ReplyDelete
  10. Komplit, mbak zefy udah kayak arsitek.
    Klo perumahan, rata2 struktur tanah dna bangunannya kurang memuaskan.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

AGENDA WAWANCARA KPR SUBSIDI APRIL 2018

Pada bulan ini, April 2018, Bank BTN selaku Bank pelaksana KPR Subsidi di regional Bengkulu memberikan beberapa rule atau aturan baru yang diberikan kepada setiap developer, marketting team atau calon debitur agar proses pengajuan KPR menjadi lebih tertata, rapi dan tepat.

Wawancara merupakan awal dari pertmeuan calon debitur/konsumen dengan pihak Bank BTN, nah, berikut ayo kita cek aturan baru mengenai wawancara di bulan April di Bank BTN. Berkas harus sudah terverifikasi, dibuktikan dengan cap verifikasi.YBS (Pemohon) wajib datang langsung ke Bank BTN, jangan lupa membawa identitas diri, KTP suami/istri, SIM dan lain-lain.Hari wawancaraSenin pukul 14.00 WIB - 15.00 WIBRabu pukul 14.00 WIB - 15.00 WIBJumat pukul 10.00 WIB - 11.00 WIBWawancara dilakukan Face to Face, mengingat banyak sekali berkas yang dikembalikan karena nasabah tidak memberikan info yang sebenarnya.Lembar denah lokasi usaha/kerja wajib dicantumkan. Cantumkan Alamatnya dengan lengkap : jalan, nomor, RT, RW, kelurahan…

Lingkungan Perumahan Sejahtera

Konsepsi Perumahan Sejahtera(RSh)Perumahan sejahtera dimaksudkan untuk menyediakantempat tinggal yang berkualitas namun tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Perumahan Sejahtera yang dimaksud dalam peraturan menteri ini terdiri dari lingkungan perumahan sejahtera dan rumah sejahtera.
Lingkungan PerumahanSejahteraPengembangan lingkungan perumahan sejahtera bertujuan agar pengembangan rumah sejahtera dilakukan secara terpadu, terarah, terencana serta berkelanjutan. Perencanaan lingkungan perumahansejahterameliputiperencanaanhunian,prasaranadan sarana lingkungan serta utilitas umum yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan perumahan yang serasi, sehat, harmonis dan aman.
Pengaturan ini dimaksudkan untuk membentuk lingkungan perumahan sebagai satu kesatuan fungsional dalam tata ruang fisik, kehidupan ekonomi, dan sosialbudaya.Beberapaketentuanumumyangharusdipenuhidalam merencanakan lingkungan perumahan sejahteraadalah: 1. Lingkungan perumahan sejahtera merupakan bagian …